Titik Balik
Wednesday, July 19th, 2006hidup itu adalah perjalanan, perjalanan yang kita nggak pernah tau ujungnya. Mau dibawa kemana itu yang kita tau, tapi mau nyampe mana kita nggak pernah tau. ya namanya juga usaha :). kita bisanya usaha-usaha-usaha dan harus ikhlas. Tanpa ikhlas kita nggak akan sanggup menjalani hidup ini, paling paling malah jadi stress.
Setiap kehidupan punya suatu titik balik, dimana kah titik balik itu hanya mereka yang mampu menemukan titik balik itu yang tahu. Titik balik merupakan suatu misteri kalo kita cepat menyadari dan mengenali kondisi itu maka kita telah menemukan titik balik. Kita nggak pernah tau apakah kita sekarang sedang melesat menuju ke atas atau sedang turun dengan kecepatan penuh menuju ke bawah dan siap membentur dasar dari kehidupan. Ketika kita tahu posisi kita maka kita telah menemukan titik itu, pastinya kita akan kembali melesat ke atas. Seberapa cepat itu tergantung kondisi kejiwaan kita. Apakah titik balik dan benturan itu menyerap energi kita sehingga daya pantul kita berkurang.
Kalau sudah begitu ketinggian yang kita capai nggak akan setinggi sebelumnya. Tapi bila kita mampu mengambil nilai positif dari sakitnya kejatuhan kita maka itu akan menjadi tambahan daya dorong untuk melesat jauh lebih jauh dari sebelumnya.
Semakin dalam kita jatuh semakin sakit, semakin sulit untuk mengembalikan energi kita tuk melesat kembali. Bagaimana kita bisa mengenali titik balik itu secepatnya, tentunya kita belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Pembelajaran itu menanamkan nilai nilai yang harus kita jaga untuk dijadikan pegangan hidup supaya kita cepat mengenali kejatuhan kita dan kita tidak jatuh semakin dalam.
Positif thingking dan ikhlas dalam menjalani hidup sepertinya kembali lagi akan menjadi penyelamat dan pegangan kita untuk mengarungi semua tantangan kehidupan. Dengan positif thingking kita selalu berprasangkan baik terhadap Allah SWT bahwa yang kita alami merupakan cobaan untuk bangkit kembali dengan nilai lebih, lebih dari sebelumnya. Ikhlas memberikan kita kekuatan untuk tidak menyesali apa yang hilang dari diri kita dan bangkit kembali tuk meraihnya, meraih apapun yang Allah SWT berikan untuk kita.
Jakarta 19 July, Kantor Pulomas
Wisaksono