Semua rasa tertuang dalam perjalanan singkat ini,
Aku rasakan gundah, gelisah, bahagia, sedih, tawa dan tangis.
Aku berangkat sebagai seorang yang berniat mencari pencerahan diri, melihat
kembali dari mana aku berasal, dari mana aku berangkat menjadi diriku saat ini.
kulihat semuanya, semua awal itu dalam perjalananku.
kumulai perjalanan ini dengan menapakkan diriku pada stasiun
yang lama tak aku pijak lagi, pada line yang telah lama aku tinggalkan.
Aku bertemu dengan kereta lama ku yang hampir hilang dari ingatanku.
kurasakan haru, bahagia aku bisa bertemu dengannya lagi.
kurasakan kebahagiaan yang sama tercermin darinya.
kini ku kan menghabiskan sisa malamku dengannya.
kita hanya miliki malam ini tuk mencurahkan segala kenangan dan perasaan yang ada.
kumulai pertemuan ini dengan senyum dan tawa
senyum dan tawa yang takkan kulupa setiap detiknya dalam ingatanku.
aku tuang semua rasa yang ada dalam dimensi perjanan ini.
terasa semua perjalanan hidupku melintasi pandanganku.
perjalanan yang telah kulalui selama 26 tahun sepertinya
kulalui hanya untuk menunggu saat saat ini terjadi.
kunikmati setiap detik-detik yang berlalu dalam perjalanan,
karena aku takkan mengalami hal yang sama dua kali.
kubuka tabir-tabir rahasia, rasa itu mengalir
seperti darah memompa jantung menggerakkan setiap
sendi kehidupan yang aku miliki.
Aku bercengkerama dengan ruang dan waktu yang ada.
aku rasakan kehangatan darinya mengalahkan dinginnya pendingin ruang kereta yang ada.
setiap detik yang mengalir mengisi ruang kosong di dadaku.
Perjalananku hampir sampai tujuan,
terasa gelisah mengisi ruang dan waktu antara.
gelisah yang takkan pernah terulang lagi
rasa haru mengisi diantara kita, terasa air mata mengalir membasahi
waktu yang tersisa. Meski keretaku telah meninggalkanku
tapi aku masih tetap tersenyum melepasnya.
Kukemasi barangku dan ku ayun langkah gontai meninggalkannya.
kulangkahkan kaki tanpa tujuan. kududuk merasakan udara stasiun Balapan. Suasana dan keramahan yang kurasakan dulu mengalir lagi dalam darahku.
kunikmati setiap detik pergerakan waktu dengan mengenang kenangan yang ada di dalamnya.
pilihanku jatuh pada kedai makan sederhana tuk menghirup harumnya cairan hitam arabica
sambil kupuas-puaskan memandang kota lamaku.
terasa kegelisahanku semakin besar, lobang di rongga dadaku menekanku tuk
kembali sadar pada kehidupan. Kehidupan dimana tidak ada yang abadi.
kita hanya bisa hidup dalam satu dimensi. kita takkan bisa memegang semua dimensi yang ada.
Kutinggalkan kota lamaku untuk kembali ke rumah.
keputuskan melewatkan waktuku dalam bus patas AC langgananku yang dulu.
kunikmati setiap perjalanan yang ada.
terkenang kembali setiap tempat yang terlewati dalam perjalanku ke rumah.
masih seperti dulu.
Semua kenangan terasa mengalir dalam setiap sel darahku
menghangatkan setiap sendi dalam darahku,
mengalirkan air mataku karena semua yang telah terjadi telah
membentuk aku saat ini.
Sampai pada akhir perjalananku menapak kota asalku
tempat aku dilahirkan, tempatku dibesarkan.
kuakhiri perjalanan ini dengan memeluk kedua orang tuaku yang cukup lama tak bersua.
Jakarta, Solo, Semarang 06-08 April 2007.